Santuni Anak Yatim


Surau Singgalang

Santuni Anak Yatim

Oleh : H. Masoed Abidin

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah Mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau  Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al Baqarah : 220). Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya dan ia belum mencapai umur baligh.

Dalam Islam, anak yatim mempunyai kedudukan tersendiri dibanding anak-anak lainnya. Mereka mendapatkan perhatian khusus agar tidak terlantar dan tidak berada di bawah asuhan yang tidak bertanggung jawab. Maka orang-orang yang menyantuni anak yatim serta menjauhkan diri dari perbuatan dosa yang tak terampuni, Insya Allah ia akan terhindar dari azab Allah SWT. Rasulullah bersabda, “Demi Yang Mengutus aku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, yang berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya..” (HR. Ath Thabrani). Dalam hadist lainnya disebutkan, “Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh)dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk”. (HR. Ibnu Maajah).

Seorang wanita yang ditinggal wafat oleh suaminya, dan mewariskan anak-anak yang masih kecil (belum baligh), kemudian wanita itu sabar dalam membesarkankan anaknya dengan penuh ketabahan, mendidiknya dengan ajaran agama, maka ia kelak akan duduk bersanding disisi Rasulullah saw seperti bersandingnya jari telunjuk dengan jari tengah. Rasulullah bersabda, “Aku dan seorang wanita yang pipinya kempot dan wajahnya pucat bersama-sama pada hari kiamat seperti ini (Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan jari tengah). Wanita itu ditinggal wafat suaminya dan tidak mau kawin lagi. (Padahal) dia seorang yang berkedudukan terhormat dan cantik, namun mengonsentrasikan diri mengasuh anaknya yang yatim hingga mereka dewasa atau mereka wafat.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Dok.Buya 013Para pengasuh anak-anak yatim bolehlah menggunakan sebagian harta anak yatim tersebut secara ma’ruf. Allah SWT berfirman, “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu memakan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (diantara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu). Dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut (bil ma’ruf). Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).” (Q.S. An Nisa’ : 6).

Pandangan Al Qur’an menyerukan agar berbuat baik kepada anak yatim sebagai bukti iman yang benar. Menyantuni anak yatim adalah kewajiban sosial setiap orang Islam. Problem sosial akan timbul karena tidak memuliakan anak yatim, tidak memberi memberi makan orang miskin, merampas kekayaan alam dengan rakus, dan menyintai harta benda secara berlebihan. Rasulullah saw bersabda,  “Apakah engkau senang bila hatimu menjadi lunak dan hajatmu terpenuhi? Santunilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu lunak dan engkau pun dapat memenuhi hajatmu” (HR. Thabrani melalui Abu Darda).

Wallahua’lamu bis-shawaab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s